Tokoh Adat Gowa Serukan Persatuan Di Tengah Berbagai Polemik Daerah

Tokoh Adat Gowa Serukan Persatuan di Tengah Berbagai Polemik Daerah

SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM— Seruan untuk menjaga kedamaian dan persatuan kembali digaungkan di tengah berbagai polemik yang berkembang di Kabupaten Gowa. 

Salah satu tokoh adat Gowa, Andi Bau Malik, mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan segelintir pihak yang berpotensi memecah belah persatuan warga Butta Bersejarah.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Bau Malik saat berbincang bersama para tokoh masyarakat dan pemerhati adat di salah satu warung kopi di kawasan Sungguminasa.

Menurut Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa itu, masyarakat Gowa harus tetap mengedepankan nilai persaudaraan serta budaya “A’bulo Sibatangki” sebagai simbol persatuan di tengah dinamika politik dan berbagai isu yang berkembang saat ini.

“Gowa sebagai daerah bersejarah dan beradat memiliki nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga, terutama dalam menghadapi perbedaan pandangan maupun persoalan yang menjadi perhatian publik. Kita semua ingin Gowa tetap aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa Kabupaten Gowa saat ini tengah menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari isu moralitas hingga polemik program pemerintah di sektor pendidikan.

Meski demikian, Andi Bau Malik meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerhati adat, pemuda, aktivis, hingga warga umum, tetap menjaga persaudaraan dan menghormati proses yang sedang berlangsung di DPRD Kabupaten Gowa.

“Saya memahami kondisi pemerintahan Butta Gowa saat ini memang sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dan tetap mengedepankan semangat persatuan demi menjaga stabilitas daerah.

“Apa pun persoalan yang ada, mari kita jaga persatuan sesama masyarakat Gowa. Hormati proses hukum dan penyelesaian yang sedang berjalan. Gowanu-Gowaku, Gowata, Rewako,” tutupnya. (*)