Parmusi Menyapa Tombolo Pao: Dari Penyerahan Kitab Alquran Hingga Pembangunan Pesantren
BAGIAN (1)
TOMBOLO PAO, GOWAMEDIA.COM - Selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 23-24 Januari 2026, pengurus Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulsel, bergerak menuju desa Tamaona dan desa Tonasa.
Menuju Tombolo Pao, menyiapkan waktu tiga jam dengan jarak tempuh 103 km. Beruntung selama dua hari perjalanan, cuaca amat bersahabat.
Kami dari pengurus Parmusi Sulsel berjumlah delapan orang ditambah dua orang pengurus DPD Parmusi Kabupaten Gowa. Rombongan kunjungan ke desa Madani Tombolo Pao ini, dipimpin langsung Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH, MH.
Kami tiba di lokasi sebelum kumandang azan ashar dari masjid Babul Firdaus Datarang. Masjid ini berhadapan langsung dengan rumah Ketua Dewan Pimpinan Cabang Parmusi Tombolo Pao, Drs. Abdul Rahman, MSi. Di rumah inilah kami bernaung selama berkegiatan.
Agenda pertama pelaksanaan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Babul Firdaus, Tamaona. Antusias masyarakat menghadiri kegiatan tersebut patut diberi apresiasi. Sebab, yang hadir di masjid itu, berasal dari delapan desa dan satu kelurahan se-kecamatan Tombolo Pao.
Kelurahan Tamaona merupakan ibu kota kecamatan Tombolopao sementara delapan desa lainnya adalah Erelembang, Balassuka, Bolaromang, Mamampang, Kanreapia, Pao, Tonasa, dan Tabinjai.
Pada malam Isra Mikraj itu, Abdul Rahman menyampaikan sekelumit eksistensi Parmusi yang telah hadir sejak tujuh tahun lalu di wilayahnya.
Peran penting yang di lakukan adalah lebih banyak terjun ke masyarakat me lakukan aksi nyata membina umat. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. "Kita juga berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dunia maupun akhirat, " jelas Abdul Rahman yang dikenal sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat itu.
Selain itu, alumni Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin ini, mengingatkan akan penting nya mewujudkan empat pilar Parmusi sehingga tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa membaca Alquran.
Penguatan ekonomi juga menjadi pilar penting. Dia menguraikan bagaimana ekonomi masyarakat bisa berlipat-lipat lima kali tanpa harus menambah lahan, misalnya. "Lahan tidak bertambah tapi hasilnya bisa lima kali lipat. Kalau sudah meningkat ekonominya, baru kita minta zakat, infaq, dan sadakahnya, " kata Abdul Rahman.
Sementara ustadz Faturahman, S. Ag sebagai pembawa hikmah Isra Mikraj menekankan pentingnya memelihara dan menjaga waktu salat. Sebab, salat sebagai salah satu rukun Islam, menjadi pondasi kokoh bagi keberlangsungan kehidupan di dunia dan akhir at. "Salat adalah ole-ole dari peristiwa Isra Mikraj. Maka menjaga salat agar tepat waktu, memelihara sepanjang waktu, menegakkan dengan mengetahui syarat sah dan rukun-rukunnya, " urai Faturahman.
Itu sebabnya, Parmusi senantiasa hadir, menyapa dan menata umat.
Usai pelaksanaan Isra Mikraj, agenda Parmusi dilanjutkan esok hari, Sabtu 24 Januari. Ada penyerahan 100 buah Kitab Suci Alquran, Pelatihan UMKM, serta peninjauan lokasi rencana pembangunan Pondok Pesantren Parmusi, di Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolopao.
Untuk tahap awal, sudah ada sekitar 2.500 meter yang disetujui dari luas lahan sekira setengah hektar. (Bersambung)