Fantastis! Hampir Separuh Cumlaude, Rektor UIN Sunan Kalijaga Kukuhkan 980 Alumni

Fantastis! Hampir Separuh Cumlaude, Rektor UIN Sunan Kalijaga  Kukuhkan 980 Alumni

YOGYAKARTA, GOWAMEDIA.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mewisuda 980 lulusan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025-2026. Dari total peserta, hampir separuhnya atau 417 orang meraih predikat cumlaude.

Wisuda yang mengusung tema Empowering Knowledge, Shaping the Future itu digelar selama dua hari, Rabu-Kamis, 11-12 Februari 2026. Prosesi dipusatkan di Gedung Prof. Dr. H. Amin Abdullah (Multi Purpose).

Dari 980 wisudawan, sebanyak 648 orang merupakan lulusan sarjana, 306 magister, dan 26 doktor. Selain itu, terdapat 19 wisudawan yang meraih predikat terbaik dan tercepat, terdiri dari delapan sarjana, delapan magister, dan tiga doktor.

Adapun lulusan dengan predikat cumlaude berjumlah 417 orang. Rinciannya, 186 sarjana, 221 magister, dan 10 doktor.

Berdasarkan fakultas, predikat pujian diraih 21 lulusan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, 16 dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 76 dari Fakultas Syariah dan Hukum, 129 dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta 94 dari Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.

Kemudian, delapan lulusan dari Fakultas Sains dan Teknologi, 29 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, dan 25 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Untuk jenjang pascasarjana, terdapat 19 lulusan berpredikat pujian.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan bahwa capaian akademik yang diraih hari ini tidak berdiri sendiri.

“Kesuksesan ini bukan hanya hasil kerja pribadi, tetapi juga peran dosen, serta doa dan dukungan orang tua yang senantiasa mengiringi langkah Anda,” ujarnya.

Pakar politik Islam kontemporer itu menegaskan agar gelar dan ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada seremoni wisuda, tetapi ditransformasikan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

“Anda tidak boleh berhenti berikhtiar untuk membangun hal positif kepada masyarakat. Ikhtiar itu dimulai dari hal kecil dan sederhana hingga mewujud pada prestasi yang membanggakan,” pesannya.

Alumni cumlaude Utrecht University, Belanda, tahun 2005 itu juga menyinggung perjalanan panjang UIN Sunan Kalijaga sejak berdiri pada 1951. Menurutnya, kampus tersebut telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai jabatan publik dan profesi strategis, mulai dari gubernur, wakil gubernur, komisioner, hingga sejumlah posisi penting lainnya.

“Anda pun bisa mengikuti jejak mereka yang sukses, dengan tekad, semangat, dan kemauan yang tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, masa depan bangsa berada di tangan para alumni sebagai estafet kepemimpinan. Di tengah perubahan global dan disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), para lulusan diminta tetap adaptif dan berorientasi pada kontribusi positif.

“AI telah mengubah dunia. Maka Anda tidak boleh berhenti berikhtiar untuk melakukan hal positif demi melanjutkan estafet masa depan bangsa,” ujarnya.

Rektor juga mengajak seluruh alumni menjaga silaturahmi dan menjadikan gelar yang diperoleh sebagai bentuk pengabdian kepada Allah serta kemaslahatan umat.

“Mari kita berdiri bersama menghadapi perubahan. Jaga silaturahmi sebagai keluarga besar UIN Sunan Kalijaga. Persembahkan gelar ini untuk sujud kepada Allah agar bermanfaat sepanjang zaman,” tutupnya. (*)