Hikmah Ramadan 1447/2026: "Doa Dan Zikir, Amalan Ringan Berpahala Besar"
SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM – Doa dan zikir merupakan amalan ringan namun memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT. Pesan itu disampaikan Dr. KH Muhammad Chiar Hijaz, Lc., M.A. dalam ceramah tarawih bertema “Doa dan Zikir” di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Selasa (17/3/2026).
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa zikir dan doa adalah ibadah yang disyariatkan Allah SWT dan memiliki makna yang sangat luas, mencakup hati, lisan, hingga perbuatan.
“Zikir bukan hanya ucapan, tetapi menghadirkan Allah dalam hati dan memaknai kebesaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, zikir terbagi dalam tiga bentuk. Pertama, zikir dengan hati, yakni merenungkan kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…” (QS. Ali ‘Imran: 190–191).
Kedua, zikir dengan lisan, yakni menyebut nama Allah melalui tasbih, tahmid, takbir, tahlil, bershalawat, serta membaca Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41).
Selain itu, Allah juga berfirman:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152).
Ia juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:
“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih: Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain disebutkan:
“Barang siapa yang mengucapkan ‘Subhanallahi wabihamdihi’ seratus kali dalam sehari, maka dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga, zikir dengan anggota tubuh, yakni melalui amal ibadah seperti salat, rukuk, dan sujud. Allah SWT berfirman:
“Dirikanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha: 14).
Menurutnya, seluruh amal kebaikan pada hakikatnya adalah bentuk zikir kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa zikir membawa ketenangan hati dan kedekatan dengan Allah. Hal ini sebagaimana firman-Nya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Ia juga mengutip hadis qudsi:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menutup ceramahnya, ia mengajak jemaah untuk memperbanyak zikir dan doa dalam segala keadaan, terlebih di penghujung Ramadan.
“Amalan ini sangat ringan, tetapi pahalanya sangat besar. Maka jangan pernah tinggalkan zikir dan doa dalam kehidupan kita,” pungkasnya. (*)