Hikmah Ramadan 1447/2026 "Ramadan Untuk Orang-Orang Yang Beruntung"

Hikmah Ramadan 1447/2026

SUNGGUMINASA, GOWAMEDIA.COM - Ceramah tarawih di Masjid Agung Syekh Yusuf pada Ahad malam (15/3/2026) diisi oleh Drs H Agung Wirawan, M.Si. Dalam tausiyahnya yang bertajuk “Orang-orang yang Beruntung”, ia menegaskan bahwa bulan suci Ramadan adalah momentum bagi manusia untuk meraih keberuntungan di sisi Allah SWT.

Di hadapan jamaah salat tarawih, Agung menjelaskan bahwa Ramadan pada hakikatnya diperuntukkan bagi orang-orang yang beruntung, yakni mereka yang dikehendaki oleh Allah sekaligus memiliki kemauan untuk berubah dan memperbaiki diri.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar-Ra’d: 11)

Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa keberuntungan seorang hamba tidak hanya bergantung pada harapan semata, tetapi juga pada kesungguhan untuk berusaha memperbaiki diri, terutama di bulan Ramadan.

Agung menjelaskan bahwa manusia dalam menjalani Ramadan terbagi dalam dua golongan. Pertama, orang-orang yang beruntung, yaitu mereka yang memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah. Kedua, orang-orang yang buntung, yakni mereka yang menyia-nyiakan kesempatan di bulan penuh rahmat ini.

Ia menambahkan, orang yang beruntung di bulan Ramadan akan memperoleh sejumlah keutamaan. Di antaranya adalah kesempatan meraih malam Lailatul Qadr, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

"Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3)

Selain itu, mereka juga termasuk hamba yang dicintai Allah SWT karena kedekatannya dengan ibadah.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”(QS. Al-Baqarah: 222)

Bahkan, kata Agung, orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan dirindukan oleh surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus menjadi tempat tinggal.”(QS. Al-Kahfi: 107)

Ia menjelaskan bahwa salah satu ciri utama orang yang beruntung adalah bersungguh-sungguh dalam salatnya, sebagaimana firman Allah SWT:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam salatnya.”(QS. Al-Mu’minun: 1–2)

Menurutnya, bentuk kesungguhan itu terlihat dari kebiasaan melaksanakan salat fardu di awal waktu serta secara berjamaah.

“Salat berjamaah sangat penting. Bahkan Rasulullah SAW menegaskan bahwa salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat,” ujarnya mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Selain menjaga salat, orang yang beruntung juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, membaca dan mentadabburinya secara perlahan.

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan dan jelas).”(QS. Al-Muzzammil: 4)

Ciri lainnya adalah meninggalkan perkataan yang tidak benar atau sia-sia, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna.”(QS. Al-Mu’minun: 3)

Dalam ceramahnya, Agung juga menyinggung persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai tempat. Menurutnya, Al-Qur’an telah mengingatkan hal tersebut sejak lama.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS. Ar-Rum: 41)

Memasuki penghujung Ramadan, ia juga mengingatkan umat Islam untuk menunaikan zakat fitri sebagai kewajiban setiap Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan sebagai makanan bagi orang miskin.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Agung juga mendorong umat Islam untuk memperbanyak sedekah, terutama kepada keluarga.

“Sedekah kepada orang miskin bernilai satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat bernilai dua: sedekah dan silaturahmi.”(HR. Tirmidzi)

Namun demikian, ia mengingatkan agar kesibukan menjelang Idulfitri, seperti membuat kue atau membersihkan rumah, tidak sampai membuat seseorang menunda atau melalaikan salat.

Sebagai informasi, Drs H Agung Wirawan, M.Si merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Ia dikenal aktif memberikan ceramah dan kajian keislaman di berbagai forum keagamaan.(*)