IKA UIN Alauddin Di Fase Keemasan, Rektor Tekankan Dampak Sistemik Dan Berkelanjutan

IKA UIN Alauddin di Fase Keemasan, Rektor Tekankan Dampak Sistemik dan Berkelanjutan

MAKASSAR, GOWAMEDIA.COM— Rektor , Prof. Hamdan Juhannis, Ph.D., menegaskan bahwa puncak keemasan Ikatan Alumni (IKA) UIN Alauddin berada pada periode kepengurusan saat ini. Momentum tersebut dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong kontribusi nyata alumni bagi pengembangan kampus dan bangsa.

“Inilah masa keemasan pengurus IKA. Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk beraktualisasi. Karena wadah IKA bukan sekadar paguyuban atau alat kongkow-kongkow,” tegas rektor dalam acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama bertajuk Alumni Berkiprah Bangsa Berjaya di Sultan Alauddin Hotel & Convention, Jumat (27/2) sore.

Di hadapan pengurus IKA, sivitas akademika UIN Alauddin, Kepala Kantor Kementerian Agama se-Sulawesi Selatan, serta unsur Forkopimda, rektor mengingatkan agar masa keemasan Badan Pengurus Pusat (BPP) IKA yang saat ini dinakhodai tidak hanya bersifat sesaat dan sporadis.

“Jangan sampai ini hanya dijadikan sebagai peristiwa kebetulan. Hendaknya momentum ini berkesinambungan dan memiliki dampak sistemik bagi pengembangan UIN Alauddin,” jelasnya.

Untuk menjaga kesinambungan tersebut, tengah digagas pembentukan IKA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan menunjuk Idrus Marham sebagai koordinator. Menurut rektor, langkah ini sangat beralasan mengingat posisi tawar UIN Alauddin yang kian kuat.

Saat ini, UIN Alauddin telah mencetak 100 guru besar, menempatkannya di posisi kedua nasional setelah yang memiliki 151 guru besar. Selain itu, perkembangan institusi juga ditandai dengan hadirnya fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan.

“Tak pernah terbayang bila dapat mencetak guru besar hingga seratus orang. Tak pernah terbayang bila UIN punya fakultas kedokteran dan juga rumah sakit,” ungkapnya.

Rektor dua periode ini mengingatkan bahwa fase keemasan harus dikelola dengan disiplin dan tanggung jawab tinggi. Ia menegaskan, kiprah alumni bukan sekadar fungsi atau peran simbolik, melainkan tindakan nyata, kontribusi, dan aksi konkret bagi umat dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum IKA UIN Alauddin, Idrus Marham, menekankan pentingnya meluruskan niat (nawaitu) dalam setiap gerak langkah alumni.

“Untuk kepentingan umat dan bangsa, niat itu menjadi penting. Ada niat baik, motivasi, dan komitmen,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Menurutnya, kiprah pertama alumni adalah memantapkan kembali posisi Sulawesi Selatan sebagai episentrum pengembangan Islam. Kiprah kedua, menjadikan Sulsel sebagai sentra perekonomian nasional. Hal tersebut, kata dia, hanya dapat terwujud melalui kebersamaan tanpa memandang latar belakang organisasi.

“Maka komitmen kebersamaan ini harus kita jaga. Kita bisa beda secara fisik, tapi kita punya visi yang sama untuk bersama membangun umat dan bangsa,” tegas Idrus.

Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan penuh suka cita. Dipandu host Daeng Nojeng dan Alawiyah, kegiatan semakin semarak dengan hikmah Ramadan yang disampaikan ustaz Halim Paggo, yang mengundang tawa sekaligus refleksi mendalam dari para hadirin. Harapan pun mengemuka agar silaturahim serupa dapat kembali digelar pada Ramadan 1448 Hijriah dengan suasana kebatinan yang semakin akrab.

Sebelum acara silaturahim, pada pukul 14.00 Wita, digelar rapat konsolidasi nasional Pengurus IKA UIN Alauddin. Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal IKA, Prof. Dr. H. Supardin, dengan arahan dari Rektor UIN Alauddin, Ketua Umum IKA, serta Wakil Ketua Umum Ismail Cawidu.(*)