Jamu Parmusi Di Mandalle, Tamsil Linrung Curhat Soal Ponpes Dan Sinyal Jadi Dubes

Jamu Parmusi di Mandalle, Tamsil Linrung Curhat Soal Ponpes dan Sinyal jadi Dubes

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dengan jajaran pengurus DPW Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Sulawesi Selatan di kediamannya, Dusun Lacipolo, Desa Tamarupa, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Senin (19/10/2026). 

Di sela perbincangan tentang berbagai persoalan bangsa, Tamsil menitipkan pesan penting tentang keberlanjutan pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi di Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Ia juga melontarkan sinyal tentang kemungkinan melanjutkan pengabdian di lembaga lain, termasuk menjadi duta besar, jika Presiden menghendaki.

Pertemuan dalam suasana penuh nuansa kekeluargaan itu, berlangsung pada Senin siang, 19 Oktober 2026. Hadir dari Parmusi, Ketua DPW, Dr. H. Abu Bakar Wasahua, SH MH, Penasihat Dr. H. Abd. Wahid Ismail, Ketua DPD Parmusi Gowa, Drs. H. Muchlis Ahmad, Bendahara DPW Hj. Jusmiati Lestari, S. Ag, Wakil Ketua Murniati Dg Matarring dan Wakil Sekretaris Drs. H. Takuddin Rahimi. 

Abu Bakar Wasahua menyampaikan rasa hormat dan terimakasih tak terhingga kepada Tamsil Linrung, yang telah mengundang secara khusus pengurus DPW Sulsel ke kediamannya.

Pertemuan yang berlangsung santai dan sesekali diwarnai dengan canda tawa, membincang berbagai macam problem bangsa saat ini yang sedang menggeliat. Namun, secara khusus, mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PKS (2004-2019) ini, memberi pesan kepada pengurus untuk melanjutkan program-program kerja Parmusi dan terlebih khusus lagi, pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi di Tombolo Pao Kabupaten Gowa. 

Dia sangat merespon Ponpes Madani yang dirintis oleh Parmusi. "Jangan sampai berhenti, terus lanjutkan pembangunannya sampai benar-benar berdiri. Insha Allah, rezki akan mengalir untuk pembangunan pendidikan itu hingga selesai, " harapnya. 

Pendidikan menjadi urgen bagi kemajuan dan kejayaan bangsa. Maka tidak. Heran bila Tamsil Linrung selalu memberi motivasi kuat agar lembaga sosial kemasyarakatan atau individu yang mendirikan sekolah atau pondok pesantren, tetap semangat menjadi pilar utama dalam menggerakkan mesin-mesin peradaban Islam di masa depan. 

Betapa penting lembaga pendidikan ini sehingga ketika Tamsil Linrung yang juga dikenal sebagai aktivis HMI pada masanya, diamanahkan sebagai pimpinan Badan Anggaran DPR RI, dia salah seorang tokoh yang mengawal gagasan lahirnya dana abadi pendidikan nasional yang dikelola melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sehingga tak heran, bila tokoh representasi masyarakat Sulawesi Selatan yang telah dua periode di DPD, memiliki Pondok Pesantren Insan Cendekia Madani (ICM) yang dibangun di kampung halamannya di Mandalle, juga sekolah ICM di Serpong Tangerang Selatan dan memperluas jaringan pendidikan ke USA dengan nama Jaringan Internasional ICM. 

Tokoh nasional kelahiran 17 September 1961 ini, memiliki jejak karier politik berliku. Pernah mencalonkan diri sebagai Wali kota Makassar berpasangan dengan ustadz Das'ad Latief pada 2013, namun belum terkabul. 

Diawal karier politiknya sebagai Bendahara Umum DPP PAN pada 1999-2003. Namun, kursi legislatif diperoleh setelah hijrah ke PKS, menjadi anggota DPR RI tiga periode berturut-turut. 

Kini, sebagai Wakil Ketua DPD RI dua periode, alumni IKIP Ujungpandang berusia 61 tahun ini, rupanya akan meninggalkan DPD dan rencana berkarir di lembaga lain. 

"Sepertinya saya akan istirahat di DPD dan akan melanjutkan karier di lembaga lain, seperti menjadi Duta Besar, itu kalau bapak presiden terpilih nanti menghendakinya, " ujar pemilik tagline Politik Untuk Kemanusiaan. 

Pada momen manis dan berharga itu, Tamsil Linrung memberikan tiga buah buku kepada masing-masing pengurus. Asta Cita, Paradigma Baru (Ijtihad Senator Menata Arsitektur Demokrasi) dan Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah. 

Buku Monumen Cinta adalah cerita dan kisah dari putri Tamsil Linrung yang telah berpulang ke Rahmatullah beberapa bulan lalu. (*)